Welcome to My Blog

Mari kita berbagi bercerita, bermimpi tanpa batas dan berusaha mewujudkannya, menjadikannya nyata dan benar-benar nyata

------------

------------

------------

------------

Showing posts with label Healthy Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Healthy Lifestyle. Show all posts

Esai L-Men Of The Year 2014

Friday, May 2, 2014


Hidup Sehat Bersama Komunitas L-Men
Oleh : Rico Ryano, S.T.

Hidup sehat jangan dijadikan beban, nikmati dan jalani sebagai gaya hidup yang kita butuhkan”. Kalimat itu yang seringkali saya sampaikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar karena kecenderungan mereka masih memahami bahwa hidup sehat merupakan hal yang sangat kompleks dan sulit untuk dilakukan, terlebih apabila kondisi lingkungannya tidak begitu mendukung sehingga pada akhirnya mengakibatkan orang menganggap bahwa hidup sehat menjadi beban tersendiri untuk dilakukan. Namun, apabila kita benar-benar sadari manfaat dari menjalani hidup sehat itu sangat banyak, tidak hanya untuk saat ini saja, tetapi juga untuk masa depan karena kesehatan juga adalah investasi dalam hidup kita.
Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan, mulai dari aspek makanan, minuman, nutrisi yang dikonsumsi dan perilaku kita sehari-hari. Dengan kata lain memang semua aspek penting diperhatikan dalam menjalani hidup sehat, tidak hanya terbatas pada olahraga teratur, mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang dan istirahat cukup saja, namun hal-hal lain seperti cukup minum air putih, menghindari stress, tidak merokok, tidak minum alkohol dan melakukan aktivitas sex sehat juga menjadi hal yang wajib diperhatikan.
Ada banyak cara untuk menjaga konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat, salah satunya adalah bergabung dalam suatu komunitas yang bersifat positif dan memang mendukung dalam menjalani hidup sehat, seperti bergabung pada komunitas futsal, bola, lari, senam, atau komunitas L-Men yang sekarang juga sudah tersebar dibanyak kota di Indonesia. Hal ini kemudian dirasa sangat efektif karena seseorang akan terus termotivasi atau semakin terpacu oleh sesama anggota komunitas, selain juga manfaat lain, seperti meningkatkan kepekaan sosial dan membentuk relasi baru yang lebih luas karena dalam suatu komunitas pasti berasal dari banyak latar belakang maupun pekerjaan.

Saya ambil contoh di Yogyakarta dari L-Men Community Yogyakarta, salah satu program rutin yang kami lakukan adalah Mlayu Ndalu atau night running. Program lari bersama 4-5 Km ini dibuat karena kami melihat kondisi lingkungan masyarakat yang memang didominasi oleh pelajar atau mahasiswa dan juga pegawai yang sebagian besar dari mereka memiliki waktu luang hanya di malam hari saja, setelah padatnya aktivitas di sekolah, kampus, maupun kantor pada siang harinya. “Tidak ada alasan untuk tidak berolahraga, sesibuk apapun, karena olahraga dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja”. Inilah pesan atau motivasi yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat luas.
Begitu juga dengan mereka yang ingin lepas dari rokok. Berhubungan anak muda, pasti sangat dekat dengan yang namanya rokok, meskipun berawal dari coba-coba namun berakhir dengan kecanduan yang bahkan mengancam kematian. Dengan kemudian mereka bergabung dengan komunitas hidup sehat seperti komunitas L-Men ini, dukungan maupun motivasi untuk berhenti merokok pasti akan selalu diberikan secara penuh dan hal ini memang sudah dibuktikan oleh anggota L-Men Community di Yogyakarta.
Bergabung dengan komunitas hidup sehat pastinya menciptakan lingkungan pergaulan yang lebih sehat. Apabila kita memiliki tubuh yang sehat, maka kita akan lebih produktif, berprestasi dalam berkarya baik di sekolah maupun di pekerjaan.

Akun Terkait : @LMen , @LMenJogja

Anak Kost Sehat

Wednesday, April 9, 2014

Hidup Sehat Itu Sederhana
8 Tahun Jadi Anak Kost, Sehat Bukan Jadi Masalah

            Menarik, beberapa saat yang lalu ketika ada pernyataan “Hidup sehat untuk anak kost rasanya sulit dilakukan”. Apa yang sebenarnya membuat sulit? Atau sebenarnya pernyataan tersebut hanya mengada-ada. Mari kita coba intip satu per satu dilema anak kost dalam menjalani hidup sehat...hehehe
1.      Memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang

Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang untuk anak kost tantangannya pasti berhubungan dengan pandai mengatur uang bulanan. Hehehe....gak mungkin ada yang gak setuju dengan pendapat itu. Mari kita sederhanakan:
Nutrisi yang penting untuk kita penuhi adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan semua itu harus kita penuhi minimal ketika makan 3x sehari saat sarapan, makan siang dan juga makan malam. Gak harus mahal, namun pastikan pada porsi yang pas, tidak kurang tapi juga tidak berlebihan.
a.      Karbohidrat : nasi putih, nasi merah, nasi hitam, oat, kentang dll
b.      Protein & Protein : ayam, ikan, daging sapi, tahu, tempe dll
c.       Vitamin & Mineral : Buah-buahan, sayur-sayuran + air putih cukup pastinya
Diet adalah istilah yang kerap kita dengar, namun pastikan kita memahaminya sebagai memperbaiki pola makan bukan kemudian tidak makan sama sekali pada periode tertentu yang bahkan berlebihan melebihi puasa Ramadhan.
Memilih makanan dengan pengolahan yang tepat. Memilih makanan yang direbus, dikukus, dipanggang, atau dibakar dibandingkan makanan yang digoreng. Menghindari makanan bersantan, cukup makan sayur sebagai sumber serat. Paling enak memang kalau di kost kita juga lengkap dengan alat masak sehingga kita bisa mengontrol dengan baik makanan seperti apa yang akan kita makan tiap harinya. Namun kalau memang harus makan di warung samping kost, pastikan kita memilih makanan yang tepat. Gak masalah hanya memilih tempe tahu asal tempe tahu yang dimasak dengan tepat. Makan sebelum benar-benar lapar dan berhenti makan sebelum merasa terlalu kenyang. Tidak kalah penting, tiap harinya memiliki variasi makanan di atas piring makan kita. Hindari cemilan tidak sehat, gantikan dengan buah-buahan. Sekarang check apa yang ada di atas piring makan kita sekarang sudahkah sehat dan tepat?
Jatah uang makan pasti sudah diperhitungkan, tapi yang perlu sekali lagi dipikirkan adalah lebih bijak ketika mengeluarkan uang. Kalau merasa kurang, boleh lho mencoba kerja part-time atau usaha clothingan kecil-kecilan. Hehehe....
2.      Olahraga teratur
Olahraga tidak membutuhkan waktu yang banyak, minimal 30 menit sampai 1 jam sudah cukup. Dari jaman sekolah, kuliah sampai sekarang selalu berusaha menyisihkan waktu sengaja untuk datang ke gym karena saya anggap tempat yang paling efektif, efisien dan juga praktis. Semua alat ada, semua bagian tubuh terlatih dan fokus. Namun memang olahraga tidak melulu harus di tempat gym, bahkan di rumah menyempatkan setelah bangun tidur dan sebelum tidur untuk push up, sit up juga sudah banyak membantu. Minimal membuat tubuh dan jantung tidak manja.
Praktik sederhana nih, waktu push up atau sit up maupun latihan/olahraga yang lain, “Saya lebih memilih dari beban, repetisi, set yang paling ringan pada permulaannya namun saya lakukan dengan konsisten”. Gak muluk-muluk harus memulai dari beban, repetisi, set yang paling berat kalau kemudian besoknya dah gak lagi atau baru mulai lagi sebulan kemudian. Cuma gara-gara kesakitan, lebih-lebih karena kemudian malas, oh My... sama juga bohong dong. Mungkin sepele tapi kalau dilakukan dengan konsisten pasti ada manfaat yang bisa kita rasakan, mungkin tidak sekarang, bisa jadi 30 hari setelah kita melakukannya pasti ada perubahan signifikan, percaya deh. Yang penting tetap semangat dan jangan terbebani karena harus olahraga. Daripada di rumah tidur-tiduran atau Cuma nonton TV, mending olahraga.
3.      Istirahat cukup
Tidur 6-8 jam, hindari begadang. Dilemanya anak teknik adalah praktikum yang menyita waktu hampir disepanjang harinya. Inget waktu semester 5, ambil praktikum sampai 5 atau 6, belum lagi ditambah praktik ke lapangan, cari data ke Merapi atau harus pergi ke pantai ambil sample. Habis itu masih harus bikin penelitian dan laporan, satu laporan jadi masih disusul dengan laporan dari praktikum lain yang deadlinenya besok...whahahaha.
Konon katanya seperti itu, tapi saya dulu meskipun dengan kondisi seperti itu masih bisa berusaha untuk menghindari begadang. Tidur maksimal jam 22.00 tapi bangun tiap hari sekitar jam 04.00 sambil nunggu waktu sholat Subuh, mengerjakan apa yang belum selesai kemarinnya. Management waktu memang sangat penting, kalo bicara untung rugi, saya merasa sangat rugi ketika harus begadang karena meskipun saya tidur jam 02.00 maka saya akan tetap bangun jam 04.00. Hmmm...berarti saya cuma tidur 2 jam dong. Kalau semisal bisa bangun siang mungkin beda cerita namun rasanya hidup gak produktif, iya gak sih? Bicara untung rugi lagi nih, dari 24 jam kita memiliki 16-18 jam untuk bekerja, kenapa kita tidak maksimalkan waktu tersebut sebaik mungkin dan merasa masih kurang. Bertemanlah dengan waktu berarti mulailah bersahabat dengan jadwal. Sehingga kita sendiri juga terarah dengan apa yang kita kerjakan.
4.      Menghindari stres
Obat anti stress paling manjur adalah makan coklat atau minum coklat 90% panas. Paling enak itu. Tapi mungkin cara itu hanya sekadar pengalihan. Hal yang paling tepat mungkin memberi sugesti positif pada diri sendiri. “Bayangkan, ketika hari ini telah terlewati, pasti pikiran kita tidak terlalu terbebani”, seperti ujian kelas 1 kalau kita mengerjakan waktu kelas 2 pasti rasanya lebih gampang karena mental kita sendiri juga yang lebih tenang. Atau cara lain menghindari stress adalah membuat list “alasan kenapa saya harus stress?” adakalanya waktu saya menulisnya pasti bakal ketawa sendiri, “ngapain juga harus dibikin stress Cuma gara-gara masalah beginian?”. Nah stress kadang muncul ketika kita sendiri hanya berkutat hanya memikirkannya di dalam otak. Contohnya gini: “Besok saya ujian, siap gak ya, harus gimana ya, nanti susah gak bisa ngerjain, ada yang mau kasih contekan gak ya?”, tahu gak solusinya? Kalau besok ujian kenapa harus dibikin pusing, ada soal-dikerjaan, ada pertanyaan-dijawab, gak ada yang bakal kasih contekan-sekarang belajar yang rajin. Sesederhana itu kan sebenarnya. Jangan bebani pikiran kita dengan hal-hal yang mungkin cocok sebagai anekdot. Let it flow, tapi juga jangan pasrah-pasrah aja harus ada usaha.
5.      Tidak merokok
Mau kaya dari sekarang? Hidup sehat tidak merokok. Sensasi apa sih yang diharapkan dengan merokok? Yang ada Cuma buang-buang duit gara-gara terlalu kaya membakar duit dengan merokok. kalau saya memang tidak merokok dari dulu karena menghitung untung ruginya, hidup jadi anak kost dari SMP, biaya bulanan dijatah kalau saya merokok pastinya bakal ada budget tersendiri kalau ngerokok. Nah daripada buat hal yang gak jelas kayak gitu mending saya pake buat makan. Namun ternyata pemikiran seperti itu membuat saya lebih realistis dan berpikir jutaan kali untuk merokok. Selain memang gak ada manfaatnya, fisik juga melemah karena jantung, paru-paru jadi terlalu manja, hidup juga bakal ada di suatu titik dimana jadi tidak produktif. Hidup sehat tanpa rokok, hidup sehat berkualitas. Anak muda bro, masa dikit-dikit sakit, dikit-dikit batuk, dikit-dikit minum obat....malulah.

Berhenti Merokok

Jauh-jauh Dari Rokok

            Bahas bahaya rokok pasti semua juga sudah tahu, bahkan bisa jadi sudah bosan seolah-olah sudah menjadi retorika. Tapi buat temen-temen yang mau berhenti buat merokok, ada yang bener-bener sudah melakukannya? “Sulit” itu yang menjadi jawaban hampir semua perokok dan juga sudah menjadi retorika sosial.


            Beberapa hari lalu saat berdikusi dengan Ibu dari handphone tentang memberikan sugesti positif pada diri sendiri, Ibu saya memberikan contoh tentang bagaimana Bapak saya dulu berhenti merokok kurang lebih 33 tahun yang lalu. Ibu bilang kalau memang mau berhenti merokok “Ya sudah, mulai untuk berhenti, bukan berniat bermula untuk mengurangi tapi memang berniat langsung STOP”. Hmm...saran yang menarik dan memang terbukti Bapak saya berhenti merokok sampai sekarang bahkan kemudian anti dengan yang namanya rokok.
            Tidak perlu merasakan sakit dulu baru peduli dengan hidup sehat. Kalau kita mau mengkritisi apa yang disampaikan Ibu saya adalah jangan buat diri kita nyaman ketika kita berbuat hal yang salah, dengan menanamkan pikiran “sulit” atau hanya “mencoba untuk mengurangi”. Pemikiran semacam itu mengakibatkan diri kita merasa nyaman dan tidak memaksa diri kita untuk berubah. Namun ketika kita benar-benar memaksa pikiran kita untuk mengatakan “Ya, saya harus berubah saat ini juga, ya, saya harus berhenti merokok saat ini juga!” secara bawah sadar kita menekan pikiran kita untuk mau mengikuti apa yang kita sebenarnya ragu untuk dilakukan.
            Omong kosong bila seseorang bilang “mau mencoba untuk mengurangi merokok”, bila ingin berhenti merokok memang benar-benar harus langsung berhenti. Tekan depresi atau gejolak yang akan muncul pada awalnya, ketika sudah melewati insyaAllah pasti akan benar-benar lepas dari jerat candu dari rokok.
            Kenapa sih seseorang itu mulai merokok? Awalnya “coba-coba” atas dasar penasaran, buat para perokok pasti setuju dengan statement ini. Ada juga karena pengaruh pergaulan, “kalo gak ngerokok gak asik, dianggap banci, dianggap sok hidup sehat, dianggap gak mau bersosial”. Ada yang pernah mengalaminya? Tapi apapun alasannya apabila kemudian ketagihan itu memang efek samping dari zat adiktif yang dikandung oleh rokok itu sendiri. Jangan biarkan pikiran kita dibodohi dengan pemikian primitif tentang luar biasanya rokok.
Mau kaya? Berhenti merokok sekarang dan mulai menabung. – Mario Teguh

Sumber Gambar : http://www.123inspiration.com

4 Weeks Workout

Wednesday, April 2, 2014

4 WEEKS WORKOUT
WO 1(CHEST,SHOULDER,ABS)
-flat bench press (4x 10-12 reps)
-dumbbell flyes (4x 10-12 reps)
-shoulder press (4x 10-12 reps)
-side lateral (4x 10-12 reps)
-abdominal crunch (4x 20-25 reps)
-side to side (4x 20-25 reps)
-hanging leg raise (4x 20-25 reps)

WO 2(BACK,TRICEP,ABS)
-lat pulldown / wide grip chin up (4x 10-12 reps)
-seated row / bent over row (4x 10-12 reps)
-dumbbell shrug (4x 10-12 reps)
-stiff leg deadlift (4x 10-12 reps)
-overhead tricep press/ lying tricep press (4x 10-12 reps)
-abdominal crunch (4x 20-25 reps)
-cycling crunch (4x 20-25 reps)
-flutter kick (4x 20-25 reps)

WO 3(LEG, BICEP, ABS)
-squat / leg press (4x 10-12 reps)
-leg curl (4x 10-12 reps)
-preacher curl/ dumbbell curl (4x 10-12 reps)
-barbell curl (4x 10-12 reps)
-palm up forearm curl (4x 10-12 reps)
-calf raises (4x 10-12 reps)
-abdominal crunch (4x 20-25 reps)
-side to side (4x 20-25 reps)
-leg raises (4x 20-25 reps)

Healthy Lifesytle

Sunday, March 30, 2014

Memahami Apa Itu Hidup Sehat
(Hidup Sehat itu...Sederhana)

     Hidup sehat, dua kata tapi berjuta makna bahkan berjuta cara. Tapi sebenarnya apa sih hidup sehat itu? Tubuh atletis? atau mungkin diet? Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan. Mulai dari aspek makanan, minuman, nutrisi yang dikonsumsi dan perilaku kita sehari-hari. Nah, point pentingnya adalah "segala aspek" karena semua berkaitan dan tidak bisa berdiri sendiri. Pastinya semua setuju dengan pendapat ini.
    Olahraga teratur, cukup mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang dan istirahat teratur. Tiga point yang saat ini menjadi momok ketika kita membicarakan hidup sehat. Namun kemudian pertanyaannya adalah apakah hanya pada itu saja? Saya pribadi pastinya akan menjawab "TIDAK", tidak hanya itu saja karena pada hakikatnya dari tiga hal tersebut yang kita capai adalah "bagaimana kita memperoleh dan atau menjaga tubuh (atletis) proporsional saja". Sedangkan yang dikatakan hidup sehat tidak hanya dilihat dari tampilan luar atau fisik semata. Pastinya sepakat lagi dong dengan pendapat ini.
      Kalau mau menyederhanakan bagaimana hidup sehat itu dilakukan, berdasarkan empiris atau pengalaman pribadi :
1. Olahraga teratur
2. Cukup mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang
3. Istirahat cukup
4. Cukup minum air putih
5. Menghindari stress
6. Tidak merokok
7. Tidak minum alkohol
8. Melakukan aktivitas sex sehat

About

My photo
Founder of L-Men Community Yogyakarta, Health Education Division LMenJogja, International active member of American Association of Petroleum Geologist, Junior Geologist, Semifinalist LOTY 2014, Duta Bahasa Nasional 2013, Amateur Graphic Designer, Poet, Violinist and Pianist, Professional Male Model
 

Translate